Ayo belajar dari Panglipuran

Tuesday, 14 May 2019

Ayo belajar dari Panglipuran


Panglipuran villageSENTOLO.COM - Pernahkah anda berkunjung ke pulau Bali? Bagi yang sudah pernah ke Bali tentu  setuju jika Bali merupakan tempat favorit untuk berlibur. Tak hanya wisatawan lokal, Pulau Seribu Pura ini juga sangat disukai oleh wisatawan asing. Pantainya yang indah, budaya yang kental, masyarakatnya yang ramah hingga kuliner yang lezat pun menjadi alasan mengapa para wisatawan ingin kembali berkunjung ke Bali.
Pulau Bali selain terkenal karena keindahan alamnya juga bersihnya obyek-obyek wisatanya, salah satu desa di Bali bahkan pernah disorot karena berhasil meraih predikat sebagai desa terbersih di dunia bersama desa di Belanda dan India pada 2016 silam. Disamping juga pernah mendapatkan penghargaan Kalpataru dari Presiden RI terkait dengan upaya pelestarian lingkungan.  Desa ini bernama Penglipuran, sebuah Desa Adat yang berada di wilayah Kabupaten Bangli.
Desa Adat Panglipuran dipimpin oleh seorang Ketua Adat yang dipilih secara langsung oleh warga masyarakat desa ini. Masyarakat mengangkatnya dan memberikan amanahnya untuk menjaga keaslian dan kelestarian adat yang telah lama ada dan menjadi pegangan mereka dalam hidup bermasyarakat. Uniknya, Ketua Adat dan segenap pengurusnya tidak ada hubungannya dengan birokrasi pemerintahan baik Pemerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten maupun Propinsi Bali. Jadi desa adat ini betul-betul otonom dan mandiri dalam hal menjalankan adat istiadat mereka.
Desa yang terletak di Bangli ini resmi menjadi desa wisata sejak 1993 silam. Dengan total luas 112 hektar yang terdiri dari 12 hektar area rumah penduduk, 49 hektar ladang dan 37 hektar hutan bambu, desa wisata ini dijamin dapat menarik perhatian siapapun yang berkunjung.
Penglipuran memang masih sangat menjaga kehidupan adat dan tradisinya. Hal ini terlihat dari rumah-rumah warganya yang masih bergaya tradisional yang berderet rapi dari ujung ke ujung di jalanan yang menanjak. Jalanan itu sendiri terbuat dari batuan alam dan ditumbuhi bunga-bunga warna-warni. Tertata rapi dan indah dalam harmoni alam yang sangat menawan.
Desa yang di huni sekitar 243 KK atau 986 jiwa ini menempatkan bangunan suci di hulu, perumahan di tengah, dan tempat usaha di hilir. Di komplek pemukiman Panglipuran Motor dan mobil dilarang masuk ke sini, tentunya desa ini bebas dari polusi. Kendaraan yang dimiliki warga desa akan di taruh di garasi belakang rumah yang memiliki jalur berbeda.
Berkat kesadaran masyarakat yang sangat menjaga lingkungan tak ada sampah yang terlihat. Selain memang dilarang untuk membuang sampah sembarangan, desa ini juga menyediakan bak sampah di setiap sudutnya. Bahkan untuk masalah rokok pun masyarakatnya sangat perhatian. Mereka yang ingin merokok tak boleh sembarang. Perokok harus pergi ke tempat khusus yang disediakan untuk merokok.
Setiap bulannya, ibu-ibu setempat mengolah sampah dengan memisahkan antara sampah organik dan non organik. Kemudian mereka olah menjadi pupuk pada sampah organik. Sedangkan sampah non organik akan di tabung ke bank sampah yang dihargai Rp.200,- per kilogram.
Tidak hanya itu, masalah perkawinan juga ada aturan-aturannya sendiri.. Desa ini melarang warganya untuk melakukan poligami. Selain itu juga ada pantangan untuk menikahi tetangga yang berada di kanan, kiri dan depan rumah. Apabila ada yang melanggar aturan larangan poligami ini akan mendapatkan sanksi hukum adat berupa diasingkan atau tidak boleh bermukim di kompleks pemukiman yang biasa tetapi harus tinggal di lokasi pengasingan yang sudah disiapkan lahannya di desa Panglipuran.
Desa Panglipuran adalah contoh desa mandiri yang tumbuh dari masyarakatnya sendiri. Dengan menjaga kehidupan dan alam lingkungan dengan baik ternyata membuat desa ini menjadi sejahtera. Tidak tanggung-tanggung, dengan banyaknya kunjungan wisata kesana mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bangli tidak kurang dari Rp.4 Milyar per tahun.
Jika tertarik untuk berkunjung, kamu perlu membayar Rp 15 ribu untuk biaya masuk ke Desa Penglipuran. Dengan ramah warganya akan menyambut dan menemani anda berkeliling melihat sudut-sudut pemukiman asli dan hutan bambu yang eksotik.
Tertarik berkunjung ke sini? Atau Desa anda ingin maju seperti Panglipuran? Bagi anda atau warga masyarakat yang ingin berkunjung studi wisata ke Panglipuran dengan nyaman dan biaya yang relatif murah, silahkan gunakan biro perjalanan wisata milik BUMDesa Srikayangan, Kecamatan Sentolo Kulonprogo. 
Kontak person : 085292908899.

0 comments:

Post a Comment