Stasiun Kereta Api Sentolo bukti sejarah yang masih utuh

Monday, 6 May 2019

Stasiun Kereta Api Sentolo bukti sejarah yang masih utuh

stasiun sentolo lamaSENTOLO.COM - Kereta api adalah salah satu bukti sejarah yang nyata terkait dengan penguasaan bangsa Eropa di Nusantara. Meskipun model kereta api yang ada pada masa lalu sudah tidak lagi beroperasi sebagai sarana transportasi masyarakat karena sudah digantikan dengan kereta api modern, namun tapak tilas sejarah perkereta apian masih bisa kita lihat mulai dari bangunan stasiun, jalur rel yang terbangun, jembatan kereta, dan terowongan kereta api. Salah satu stasiun kereta api yang masih menunjukkan bangunan aslinya pada masa sekarang ini adalah Stasiun Sentolo. Silahkan kalau anda ada waktu senggang bisa datang ke stasiun ini yang sangat mudah dijangkau karena terletak di pinggir Jalan Nasional Jln Wates Km 17 Sentolo, Kulon Progo.

Stasiun Kereta Api Sentolo (STL) atau yang selanjutnya disebut dengan Stasiun Sentolo (Hanacaraka: ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦱꦼꦤ꧀ꦠꦺꦴꦭꦺꦴ , Sêtasiyun Sentolo) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di desa Sentolo, kecamatan Sentolo, Kulon Progo. Stasiun ini  berada di bawah manajemen  PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta yang berada pada ketinggian + 54 m di atas permukaan laut, dan merupakan stasiun kereta api kelas III. Bangunan Stasiun Sentolo ini merupakan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda. 

stasiun kalimenur
Stasiun Kalimenur
Diperkirakan pembangunan stasiun ini bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api dari Yogyakarta-Maos yang dikerjakan oleh perusahaan kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda, Staatsspoorwegen (SS) pada tahun 1877 sebagai lanjutan dari proyek jalur Solobalapan-Yogyakarta. Jalur sepanjang 155 kilometer ini, pengerjaannya dimulai dari Yogyakarta di sebelah timur menuju ke Maos di sebelah barat. Gaya bangunan Stasiun Sentolo memiliki kemiripan dengan Stasiun Solo Kota, Stasiun Sukoharjo dan Stasiun Wojo dengan  kekhasan berupa ventilasi bulat dengan terali besi kotak-kotak. Stasiun ini memiliki 2 jalur dengan jalur 1 dan 2 sebagai sepur lurus, menuju ke Stasiun Kalimenur ke arah selatan dan menuju ke Stasiun Sedayu ke arah utara terus ke timur. Kondisi stasiun Kalimenur saat ini sangat memilukan, sudah tidak terpelihara dan dirusak vandalisme tangan-tangan jahil seperti terlihat pada foto di atas.

Stasiun Sentolo kini
Saat ini di Stasiun Sentolo ini sudah tidak tampak lagi aktivitas menaikkan maupun menurunkan penumpang, karena sudah tidak ada lagi kereta api yang berhenti di stasiun ini, kecuali jika terjadi persusulan antarkereta api saja. Namun dari segi perawatan fisik bangunannya, Stasiun Sentolo ini masih beruntung ketimbang stasiun di sebelah selatannya, yaitu Stasiun Kalimenur yang sudah tidak digunakan lagi sejak tahun 1974, sedangkan ke arah timur stasiun ini, terdapat bekas Stasiun Sedayu yang juga sudah tidak aktif sejak tahun 1990-an.

Di selatan stasiun ini terdapat perlintasan sebidang, sehingga stasiun ini selain untuk melayani persusulan antarkereta api juga melayani pengontrolan palang perlintasan sebidang. Namun, sejak tanggal 7 Desember 2017, perlintasan sebidang ini resmi ditutup, sehingga stasiun ini sudah tidak lagi melayani pengontrolan perlintasan sebidang.Stasiun ini adalah salah satu dari enam stasiun kereta api kelas III yang tetap mempertahankan bangunan aslinya setelah jalur ganda Kutoarjo–Yogyakarta beroperasi.

0 comments:

Post a Comment