July 2019

Friday, 5 July 2019

Uniknya Ogoh ogoh obong desa Tuksono Sentolo

oghOgoh-ogoh bisa kita jumpai di beberapa daerah yang masih kental dengan budaya dan adat istiadat tradisional, seperti di Bali, Yogyakarta dan Jawa Timur.Ogoh ogoh adalah raksasa yang berwajah garang dan menjadi simbol keangkara murkaan. 

Di desa Tuksono, Sentolo, Kulon Progo Yogyakarta, ogoh-ogoh menjadi salah satu simbol yang diwujudkan dalam sebuah boneka raksasa dan diarak dalam kaenaval budaya bersih desa luwaran di pedukuhan Taruban Wetan dan Kulon. Boneka raksasa ini diarak keliling pedukuhan dan menjadi tontonan masyarakat banyak. Di akhir rute karnaval yakni di komplek sumur keramat Sendang Kamulyan dan Pelataran makam Ki Joko Tarub, boneka Ogoh-ogoh ini dibakar sebagai simbol musnahnya keangkara murkaan dan aura negatif di desa Tuksono. 

Sesuai makna bersih desa luwaran. Setelah pembakaran Ogoh-ogoh dilanjutkan doa bersama di makam Ki Joko Tarub dipimpin Tokoh Ulama setempat dan Juru Kunci makam. Selanjutnya para warga kedua pedukuhan yakn pedukuhan Taruban Wetan dan Taruban Kulon berkumpul di balai pedukuhan masing-masing untuk kenduri doa permohonan maupun kenduri syukur atas nikmat yang telah diterima dari Tuhan Yang Maha Pemuran. Dalam kenduri ini warga pedukuhan menyiapkan nasi beserta ayam ingkung serta kelengkapan lainnya seperti pisang raja dan lauk tradisi setempat. 

Lebih jauh tentang upacara adat bersih desa luwaran desa Tuksono silahkan kunjungi di sini.
Kirab budaya bersih desa luwaran Tuksono 23 Juni 2019 bisa anda saksikan disini.